jNtYOP9RL9sfaCWlCgVIAFDj2cM Dunia Hewan
Showing posts with label Dunia Hewan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Hewan. Show all posts

Oct 31, 2013

Cara Melatih Burung Hantu

Dalam perawatannya, burung hantu sebaiknya tidak dipelihara dalam sangkar burung yang kecil. Kalaupun dipelihara dalam sangkar, dibutuhkan sangkar yang cukup bagi burung hantu untuk membentangkan kedua sayapnya. Misalnya sangkar murai batu yang luas.

Tetapi lebih baik lagi jika burung hantu diletakkan dalam tenggeran khusus yang bisa dibuat sendiri. Tenggeran ini mirip dengan tenggeran kakatua atau nuri, meski bahan, bentuk, dan ukurannya yang berbeda. Tenggeran burung hantu biasa disebut perch. Istilah ini sebenarnya berlaku untuk semua burung tipe petengger.


Selain itu, ada beberapa istilah internasional yang biasa digunakan untuk burung hantu maupun burung pemangsa (Birds of Prey/BOP) lainnya, misalnya :


  • FOF : Feed on Fist (memberi makan di atas tangan)
  • JTTF : Jump to the Fist (melatih burung  lompat ke tangan)
  • FTFF : Fly to the fist (melatih burung terbang ke tangan).
  • FF : Free flight (melatih burung terbang bebas)
  • Batting (burung menjauh/terbang/loncat ketika didekati)
Dalam pelatihan burung hantu juga dikenal dengan beberapa peralatan khusus yang digunakan, seperti terlihat dalam gambar di bawah ini :

  • Jess: Tali pendek dari kulit yang bisa dihubungkan dengan anklet.
  • Anklet: tali yang terbuat dari kulit untuk mengikat kaki burung hantu, semacam gelang untuk kakinya.
  • Swivel: Perangkat dari logam yang memiliki poros berputar, yang memungkinan tali yang diikat pada kakinya tidak terbelit.
  • Perch: Tempat tangkringan / tenggeran untuk burung hantu.
  • Leash: Tali kulit setelah Swivel yang digunakan untuk mengikat burung saat berada di tangkringan.
  • Lure: Perlengkapan berbentuk seperti burung atau kelinci yang digunakan untuk melatihnya berburu.
Beberapa metode pelatihan burung hantu:

Melatih burung hantu berbeda dari melatih burung pemangsa lainnya seperti elang dan falcon, sebab pelatihan hanya bisa dilakukan pada pagi dan sore hari saja, tidak bisa dilakukan siang hari.

Sebelum melatih, pastikan burung hantunya sudah jinak agar tidak merepotkan di kemudian hari. Proses penjinakan bisa dilakukan dengan meletakjan burung hantu dan tenggerannya di tempat ramai, seperti di ruang keluarga, ruang
televisi, di kamar kita, atau bahkan di samping tempat tidur.

Ada beberapa tahapan dalam melatih burung hantu, dan biasanya cara yang digunakan sesuai dengan urutan pelatihan agar burung cepat menerima materi pelatihan. Berikut ini beberapa metode pelatihan yang bisa diberikan :

1. Metode FOF
Setelah burung dirasa dekat dengan kita ( tidak takut lagi ), proses berikutnya adalah melatih burung hantu nangkring (bertengger ) di tangan kita. Untuk itu, diperlukan sarung tangan khusus (glove) agar tangan Anda tidak sakit karena kukunya yang panjang.

Sambil melatihnya bertengger, Anda bisa meletakkan makanan di tangan dan biarkan burung hantu memakannya hingga puas. Tujuannya adalah membuat burung hantu merasa nyaman di tangan. Proses ini dikenal dengan sebutan FOF atau feed on fist. Video burung yang dilatih makan di atas tangan manusia (klik).

2. Metode JTTF
Setelah burung akrab dengan tangan manusia, kini saatnya membiasakan dia   untuk terbang / lompat ke tangan. Caranya, letakkan burung hantu dengan jarak yang bertahap. Misalnya setengah meter, kemudian menyuruhnya untuk melompat ke tangan. Begitu seterusnya.

Jika sudah mahir, jarak bisa diperpanjang menjadi 1 meter. Dalam tahapan ini, kita harus memberikan aba-aba atau perintah baik dengan peluit atau melalui kata-kata, agar burung mengerti bahwa perintah itu adalah untuk bertengger di tangan atau glove. Jangan lupa, setiap kali burung berhasil melompat ke tangan kita, berikan makanan sebagai hadiahnya.

Metode ini bisa dikembangkan lagi, misalnya dengan cara menaruh burung di bawah lalu menyuruhnya melompat ke tangan secara vertikal. Dalam hal ini, pemilik harus berada lebih tinggi dari burung tersebut. Metode ini berguna untuk melatih otot burung bagian atas burung hantu.

3. Metode FTTF
Metode ini kelanjutan dari metode JTTF, di mana jarak yang digunakan lebih jauh, sehingga burung bukan lagi melompat tetapi terbang menghampiri Anda. Biasanya jarak yang digunakan diatur secara bertahap, mulai dari 2 meter hingga beberapa meter. Jangan lupa, setiap burung mau bertengger di tangan Anda, berikan reward berupa makanan.

Dengan pelatihan yang rutin setiap pagi dan sore hari, burung hantu akan cepat mengerti dan mudah dipanggil, baik melalui peluit atau kata-kata atau isyarat lainnya.

Itulah pelatihan dasar yang akan membentuk ikatan antara burung hantu dan pemiliknya. Jika sudah tercipta hubungan batin seperti itu, burung bisa diberikan pelatihan FF atau terbang bebas, di mana dia dibiarkan terbang bebas, lalu akan kembali kepada Anda begitu Anda mengeluarkan isyarat tangan atau memanggilnya dengan peluit atau kata-kata, sebagaimana yang sering Anda lakukan dalam pelatihan.

Untuk pelatihan ini, burung harus benar-benar sudah mengerti dan sudah menganggap Anda sebagai partner, sehingga kemungkinan burung terbang meninggalkan majikannya tidak akan terjadi. Sebab pada tahap ini, burung tidak lagi diperlengkapi dengan tali dan alat apapun yang mengikatnya, alias tidak menggunakan pengamanan.

Oct 30, 2013

Cara Merawat Burung Hantu Celepuk

Cara pandang masyarakat Indonesia akhir-akhir ini mulai berubah tentang burung hantu, dulu kita semua menganggap burung hantu adalah burung jelmaan dari setan, sekarang agaknya tidak berlaku lagi, bahkan di luar negeri burung hantu dianggap sebagai lambang sebuah kebijaksanaan. Banyak sekali orang-orang yang mengadopsi hewan kecil ini sekarang, namun mungkin tidak banyak yang tahu bahwa burung hantu bukanlah burung biasa yang berkicau dan ditaruh dalam sangkar sebagai hiasan. Harus diketahui bahwa burung ini adalah burung pemangsa (raptor), walaupun bentuknya menggemaskan. Jadi ada baiknya yang berencana atau sedang memelihara dengan burung hantu ini memperhatikan tips-tips sederhana ini agar burung tidak stres dan Anda bisa memperlakukannya dengan benar.

  • Burung hantu merupakan hewan nokturnal (hewan yang aktif dimalam hari), perlakukanlah mereka seperti selayaknya dia diciptakan Tuhan sebagai hewan malam. Ketika pagi dan siang hari datang, hendaknya burung disimpan di tempat yang gelap dan tidak ramai (bising). Ini penting dan harus diperhatikan agar burung nyaman dengan suasana dan tidak stres. Untuk masalah ini bisa diatasi dengan memasukkan burung ke dalam kardus berukuran besar yang telah dilubangi (untuk pertukaran udara), atau jika ada ruangan yang tidak terpakai/gudang yang gelap bisa dipakai untuk menyimpan burung di siang hari.
  • Berilah makanan pada malam hari secukupnya (sama seperti di lingkungan aslinya, dia berburu dan makan pada malam hari). Pancinglah burung agar mendekat dan mematuk sendiri pakan yang Anda pegang, lakukan pada jarak yang dekat dan berangsur menjauh, ini sangat berguna jika kelak Anda akan mentraining burung. Klik untuk membaca artikel tentang training jika ingin mengetahui lebih jauh tentang hal ini.
  • Raptor (burung pemangsa), termasuk celepuk di dalamanya merupakan hewan ganas. Burung-burung pemangsa ini akan sangat stress jika dikandangakan, dia akan menabrak-nabrak dinding kandang bahkan kadang sampai terluka. Jika stresnya parah dia justru akan diam, tertunduk, memejamkan mata, dan tidak mau makan, dan akhirnya mati. Ada regulasi wajib bagi Anda yang akan memelihara celepuk, yakni pemakaian equipment standar. Equipment standar ini berfungsi sebagai pembatas burung agar tidak kabur, namun bahan pembuat dan mekanisme yang terdapat dalam equip ini menjamin kenyamanan bagi burung.
  • Pakailah gloves (sarung tangan) ketika akan menghandle celepuk. Walaupun kukunya cecil, namun tajam, karena pada dasarnya fungsi kukunya untuk mencekram mangsa. Sangat menyedihkan jika ada seller yang memotong kuku celepuk karena takut tercakar. Hendaknya kita sekarang tahu fungsi dari kuku owl, jadi jangan dipotong, biarkan tetap gagah dengan kuku mereka.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review